Kabut belum naik ketika saya sampai di tepi danau. Udara dingin, airnya diam seperti kaca, dan pura di tengah air masih berupa siluet. Pagi ini rencananya sederhana: memotret pemandangan yang sama dengan empat alat berbeda, lalu melihat mana yang paling bercerita.
Ini contoh isi artikel. Nanti bagian ini diganti dengan cerita perjalananmu sendiri: kenapa memilih lokasi ini, apa yang terjadi di jalan, dan apa yang kamu rasakan saat memotret.

Kenapa datang sepagi ini?
Cahaya 30 menit setelah matahari terbit adalah yang paling lembut. Bayangan belum keras, kabut masih menggantung, dan wisatawan belum ramai. Datang jam 05.30 berarti punya waktu untuk mencari komposisi sebelum cahaya terbaik datang.
Kamera terbaik adalah yang ada di tanganmu saat cahayanya datang.
Hasil dari empat kamera
HP memberi warna yang langsung siap diunggah. Mirrorless memberi detail dan ruang edit paling luas. DSLR dengan lensa tele memadatkan latar sehingga gunung terasa dekat. Drone memperlihatkan pola sawah dan danau yang tidak terlihat dari darat.


Tonton videonya

